• +62 536 322 9663
  • Brigjend Katamso, Palangka Raya, Kalteng, ID

ASN Dislutkan Kalteng Tingkatkan Kapasitas Teknis Menyelam

29-05-2021 / 29-05-2021

Dengan dilimpahkannya kewenangan atas perairan laut hingga jarak 12 mil dari daratan kepada pemerintah provinsi, maka sangat penting bagi para petugas teknis di Dislutkan Kalteng untuk meningkatkan kapasitas sesuai tugas dan fungsi dalam pengumpulan data, pengelolaan, konservasi dan rehabilitasi, serta pengawasan wilayah laut dan pesisir. Salah satu keahlian yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut adalah keahlian selam. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas, ASN Dislutkan Kalteng melaksanakan pelatihan penyelaman di wilayah perairan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pelatihan penyelaman dengan tingkat pemula ini dilaksanakan di kolam renang Hotel Grand Kecubung, kota Pangkalan Bun selama 2 hari. Selanjutnya di Perairan Senggora selama 2 hari. Kegiatan ini diikuti oleh 3 (tiga) orang peserta ASN Dislutkan dengan Instruktur selam dari POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) dan 2 (dua) orang asisten yaitu Hamdani (Rescue diver) dan Miftahurrahman (Basic diver).

Dalam pelatihan ini diberikan berbagai materi terkait keahlian selam bagi pemula seperti pengantar yang berisi prasyarat menjadi penyelam, pengenalan alat-alat selam dasar dan alat SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus), penyesuaian tubuh terhadap pengaruh dalam air, aspek medis penyelaman, serta lingkungan penyelaman.

Kepala Dislutkan Kalteng Ir. H. Darliansjah, M.Si menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurut Darliansjah, para petugas teknis perlu menguasai keahlian-keahlian khusus yang diperlukan untuk mendukung tugas dan fungsi dalam pelaksanaan program-program Dislutkan Kalteng di wilayah perairan laut Kalteng. “Dengan terlatihnya petugas teknis dengan keahlian selam diharapkan kita tidak lagi kesulitan untuk mengumpulkan data-data primer dan sekunder yang diperlukan terutama yang berkaitan dengan valuasi dan monitoring sumber daya laut dan pesisir” ujar Darliansjah. “Jika data-data potensi sumber daya laut bisa diperoleh dengan cepat dari tangan pertama, maka akan lebih memudahkan kita dalam mengelola dan mengawasi wilayah laut dan pesisir untuk kepentingan pembangunan kelautan Kalteng yang semakin BERKAH” pungkas Darliansjah. (Lee)